Tahun 1989 secara rasminya saya telah tamat belajar di salah satu pusat pengajian tinggi tempatan.
Walau bagaimana pun, sukar juga mencari pekerjaan waktu itu.
Tetapi bila dikenang semula, sebenarnya saya antara ramai yang bertuah sungguh, kerana ditakdir Allah menjadi wanita yang berupaya belajar hingga ke peringkat yang lebih tinggi dan berupaya memilih jalan hidup sendiri.
Tetapi bila dikenang semula, sebenarnya saya antara ramai yang bertuah sungguh, kerana ditakdir Allah menjadi wanita yang berupaya belajar hingga ke peringkat yang lebih tinggi dan berupaya memilih jalan hidup sendiri.
In 1989, I made my first visit to a very poor region on the north bank of the middle reaches of the Yellow River. (pg 49)
"Doing a baby girl is not a big thing around here. You city folk are shocked the first time you see it, right? " the older woman said comfortingly, obviusly seeing how shocked I was.
"That's a living child!" I said in a shaking voice, pointing at the slops pail. I was still so shocked, I didn't dare to move.
"It's not a child," she corrected me.
"What do you mean, it's not a child? I saw it." I could scarcely believe that she could tell me such a blatant lie!
"It's not a child. If it was, we'd be looking after it. wouldn't we?" she interrupted. "It's a girl baby, and we can't keep it."
"A girl baby isn't a child , and you can't keep it?" I repeated uncomprehendingly.
"Around these parts, you can't get by withouth a son. You don't have anyone to burn incense at the ancestor's shrine. But it's not just that. You don't get the extra land given to you either. If your child just eat and don't earn, you have no land and no grain, then you might as well starve!"
She looked at me and added:"You city folk get food from the government. We get our grain ration according to the number of people in the family. Girl babies don't count. The officials in charge don't give us any extra land when a girl is born, and there's so little land that the girls will starve to death anyway." - page 56
~ Message from an Unknown Chinese Mother by Xinran
**Doing a baby girl - membunuh bayi-bayi perempuan
Ramai lagi wanita dan anak-anak perempuan yang tidak punya pilihan seperti saya dalam hidup mereka atas dasar budaya dan cara hidup bangsa mereka, sebenarnya. Pilihan pahit bagi si ibu dan wanita-wanita ini yang terpaksa membunuh bayi-bayi perempuan mereka sendiri atas dasar budaya dan cara hidup.
Teringat kisah Umar al-Khattab yang tersenyum dan menangis mengenang dirinya membunuh anak perempuannya sewaktu di zaman jahiliyah beliau.
Kisah dalam buku ini bukan kisah 1400 tahun dahulu, tetapi kisah di zaman sekarang , zaman moden ini. Bukan kisah khayalan, tetapi kenyataan benar dari penulis yang mengumpul dan berjumpa dengan wanita-wanita yang teraniaya ini. Bersyukur sungguh lah kita yang tidak terpaksa melalui kehidupan wanita-wanita seperti di negara China itu.
Saya dan anda, wanita-wanita yang sedang membaca ini, memang sungguh-sungguh bertuah.
Salam pagi Isnin :)
*sedih baca buku ini *
~cikgunormah@klcitizen~
